suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Setara Tiga Bulan
 
updated: Senin 10/05/10

Eko Bambang Sutedjo (Suara NTB/ham)

 


 

KEBUTUHAN 130.000 ton batubara untuk keperluan omprongan tembakau pada musim tanam tahun ini setara dengan kebutuhan PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) selama tiga bulan. Itu artinya, petani tembakau tidak perlu khawatir, jika kebutuhan batubara bagi petani tembakau selama musim tanam tahun ini akan langka.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) NTB Ir. Eko Bambang Sutedjo, MM, kepada Suara NTB, Minggu (9/5) kemarin.

Dalam memenuhi kebutuhan batubara bagi petani tembakau, lanjutnya, pihaknya berusaha dengan optimal. Upaya pertama yang dilakukan, katanya, menetapkan standar kualitas batubara. Di mana, standar kalori yang ditetapkan minimal 5.600 dengan sulfur dan abu di bawah 1 persen.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya akan melakukan uji emisi beberapa sampel batubara. Lokasi pengujian, ditetapkan berdasarkan regionalitas. Dari hasil pengujian ini, paling tidak bisa diketahui apakah emisi batubara tersebut sudah memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan. ‘’Dari hasil uji emisi ini, bisa menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai pencemaran lingkungan atau tidak,’’ terangnya.

Hal lain yang harus dilakukan, katanya, pihaknya memastikan perusahaan mitra yang sudah menjalin kerjasama dengan suplier batubara. Menurutnya, jika ada perusahaan mitra yang belum menjalin kerjasama dengan suplier sampai dengan batas waktu yang sudah ditentukan, mengindikasikan perusahaan mitra tersebut tidak serius. ‘’Kalau tidak serius, seperti kata Pak Gubernur akan diberikan sanksi, seperti pencabutan izin,’’ tegasnya.

Tidak hanya itu, lanjut mantan Kepala Biro Administrasi Kerjasama dan Sumber Daya Alam Setda NTB ini, pihaknya bersama dinas terkait, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta aparat keamanan membentuk pos pengawasan di Pelabuhan Lembar. Bagaimanapun, katanya, jika ini tidak diawasi rentan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Apalagi, ungkapnya, dalam pengiriman batubara dari Kalimantan ke NTB dalam jumlah cukup besar tidak lepas dari masalah, sehingga perlu dikontrol atau dilakukan pengawasan. Pada intinya, kata dia, pihaknya, membantu kelancaran pelaksanaan konversi dari minyak tanah ke batubara. (ham)

©Copyright Suara NTB