suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Jelang Musim Tanam Tembakau
10.614 Oven Belum Dikonversi
 
updated: Sabtu 08/05/10

Mataram (Suara NTB) -
Akhir Mei ini, petani tembakau di Pulau Lombok mulai menanam. Pada musim tanam tahun 2010 ini berbeda dengan musim tanam tahun-tahun sebelumnya. Di mana, tahun ini, petani tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak tanah untuk mengomprong tembakaunya. Namun, menggunakan bahan bakar lain, seperti batubara atau bahan bakar lain yang diizinkan.

Meski musim tanam tembakau sudah dekat, namun jumlah oven yang belum dikonversi masih cukup banyak, yakni 10.614 buah. Sementara, jumlah oven tembakau yang dikonversi baru 5.167 buah. Itu artinya, tugas pemerintah daerah mengawal konversi tembakau ini masih cukup panjang, karena jumlah oven yang belum dikonversi masih lebih banyak.

Kepala Dinas Perkebunan NTB Ir. Ihya Ulumuddin, MM, usai rapat pemantapan menghadapi musim tanam tembakau di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jumat (7/5) kemarin, mengaku optimis, seluruh oven tembakau yang belum dikonversi bisa selesai menjelang musim pengomprongan tiba. Alasannya, pihak perusahaan mitra sudah siap menyelesaikan konversi oven petani tembakau yang menjadi mitra binaannya.

Selain itu, sejumlah perusahaan mitra sudah siap menyelesaikan konversi oven hingga musim omprongan tiba. Apalagi, beberapa perusahaan mitra sudah menyelesaikan konversi di sejumlah oven petani yang menjadi binaan.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah sudah membentuk kelompok kerja (pokja). Di mana, pokja yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini akan memantau kondisi lapangan mengenai harga, termasuk memantau pelaksanaan konversi oven. Pokja ini dibentuk untuk mempercepat pelaksanaan konversi di lapangan, khususnya yang berada di bawah perusahaan mitra.

Sebelumnya, Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA, saat memberikan arahan di hadapan perusahaan mitra, petani tembakau dan dinas instansi terkait, mengingatkan agar semua pihak serius melaksanakan konversi. Bahkan, gubernur menanyakan satu persatu pada perwakilan perusahaan mitra mengenai perkembangan konversi yang sudah dilakukan.

Pada bagian lain, gubernur tidak menampik, masih ada petani tembakau yang menyimpan minyak tanah yang tersisa waktu musim lalu. Pihaknya tidak mempermasalahkan petani yang menggunakan minyak tanah, namun tidak ada lagi minyak tanah bersubsidi bagi petani tembakau pada musim ini.

Bagi petani tembakau yang menggunakan minyak tanah non subsidi, katanya, tidak dipermasalahkan. Namun, aparatur pemerintah harus merumuskan penggunaan minyak tanah non subsidi, termasuk memikirkan masalah kompensasi yang harus diberikan. Yang jelas daerah lain tidak menggunakan minyak tanah bersubsidi, tapi harga tembakaunya lebih tinggi. ‘’Untuk itu, konversi harus segera diselesaikan,’’ ujarnya mengingatkan. (ham)

@Copyright Suara NTB