suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Mimpi dan Obsesi
 
updated: Sabtu 08/05/10

TGH. M. Zainul Majdi (Suara NTB/rus)








GUBERNUR NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA, mengungkapkan, program Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012 dengan target 1 juta wisatawan berawal dari sebuah mimpi dan obsesi. Bahkan, program tersebut terkesan ambisius untuk dapat diwujudkan.

Untuk meraih mimpi dan obsesi itu, Pemprov NTB terus melakukan pembenahan, baik fasilitas, sarana dan prasarana untuk menunjang kepariwisataan NTB. Beberapa penunjang yang sedang dibangun diantaranya, pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL), Mandalika Resort, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Jeranjang dan sebagainya.

’’Dengan ikhtiar dan berbagai upaya yang telah dilakukan, bukan tidak mungkin sebuah impian dan obsesi itu dapat diwujudkan dengan baik,’’ kata gubernur pada pembukaan Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) 2010, di The Santosa Villas, Senggigi Lombok Barat (Lobar), Kamis (7/5) malam.

Majdi merespon positif dan memberikan apresiasi yang besar terhadap dua event besar  (Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) dan Indonesian MICE and Corporate Travel Mart (IMCTM) dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) yang digelar di Lombok ini.

Berbicara tentang mutiara, gubernur mengatakan bahwa mutiara Lombok dikenal eksklusif dan mahal dengan jenis, seperti bronze, metaldan emerald. Produksi mutiara di NTB sejak tahun 1985 silam hingga kini mencapai 800 kg/tahun. Tapi, sangat disayangkan adanya oknum tertentu, khususnya dari China, yang membawa mutiara asal luar dan mengklaimnya sebagai mutiara asal Lombok.

Praktek semacam itu sangat merugikan dan merusak citra mutiara Lombok. Menyadari hal itu, kedepan akan dibuat sebuar regulasi untuk melindungi kekhasan dan kualitas mutiara Lombok. Saat ini, terdapat sebanyak 36 perusahaan mutiara dengan pekerja sebanyak 1.360 orang. Diharapkan, bisnis mutiara ini akan berjalan baik yang pada ujungya dapat mensejahterakan masyarakat NTB.(rus)

©Copyright Suara NTB