suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Suhaili Kena Teguran Ketiga
Golkar NTB Bentuk Tim Khusus
 
updated: Kamis 06/05/10

Mataram (Suara NTB)-
Nasib Ketua DPRD NTB non aktif, H. M. Suhaili F. T, SH, akan
diputuskan melalui mekanisme rapat pleno pengurus DPD Golkar NTB
sebelum 10 Mei 2010. Saat ini, Golkar NTB sudah membentuk tim khusus
yang akan membahas persoalan tersebut. Suhaili sendiri hingga saat ini
belum memberikan respon atas teguran ketiga yang sudah dilayangkan
kepadanya.

Wakil Ketua DPD Golkar NTB, Dra. Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH,
menegaskan bahwa pihaknya sudah melayangkan teguran ketiga kepada
Suhaili. Teguran ketiga diberikan setelah teguran pertama dan kedua
tidak dijawab dalam bentuk klarifikasi oleh yang bersangkutan.
Menurutnya, Suhaili masih diberikan waktu hingga 10 Mei 2010 untuk
menjawab teguran ketiga.

Jika teguran ketiga tidak juga diindahkan, maka DPD Golkar NTB akan
segera mengambil keputusan sanksi apa yang akan dijatuhkan untuk
politisi yang mencalonkan diri sebagai Bupati Lombok Tengah dengan
dukungan partai lain tersebut.

Saat ini, ujar Isvie, pihaknya masih melakukan telaahan terhadap kasus
Suhaili sebelum mengambil tindakan. Bahkan, tim khusus sudah dibentuk
oleh DPD Golkar NTB untuk menelaah kasus ini. Tim dibentuk agar
keputusan yang dibuat oleh DPD Golkar NTB benar – benar sesuai dengan
ketentuan dan aturan yang ada. Tim tersebut menurutnya terdiri dari
para pengurus Golkar NTB di bidang organisasi kaderisasi dan
keanggotaan (OKK), bidang hukum dan pemenangan pemilu.

Isvie berharap, sebelum tanggal 10 Mei pihaknya sudah bisa mengambil
sikap. Sikap yang akan diambil oleh DPD Golkar NTB menurutnya bisa
berupa pemberhentian sementara dari kepengurusan atau bentuk sanksi
lain yang lebih berat. Menurutnya, keputusan akan dibuat dalam pleno
DPD Golkar NTB. Selanjutnya, hasil pleno dikirim ke DPP Golkar untuk
kemudian dibuat dalam bentuk surat keputusan oleh DPP Partai Golkar.

“Insya Allah sebelum tanggal 10 sudah kelar seluruh proses,” tandas
Isvie. Ia menambahkan, proses terhadap Suhaili sebenarnya bisa lebih
mudah jika saja yang bersangkutan memberikan klarifikasi atau
pengunduran diri secara sukarela. “Tapi Ini kan kita belum dengar dari
Pak Suhaili apakah akan mengundurkan diri atau tidak. Karena dia tidak
ada jawaban sampai sekarang,” pungkasnya. (aan)

@Copyright Suara NTB