Mataram (Suara NTB) -
PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) merupakan perusahaan atau korporasi yang paling menguntungkan bagi pemerintah daerah. Dikatakan menguntutngkan, karena hanya dengan mengandalkan modal Rp 200 juta, nantinya akan mampu memiliki aset lebih dari Rp 1 triliun.
Demikian disampaikan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA, saat serah terima pengurus PT. Gerbang NTB Emas (GNE) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa (4/5) kemarin.
PT. DMB, ungkapnya, hingga saat ini belum memiliki prosedur yang tertata, karena waktu itu dihadapkan dengan batas waktu penyelesaian divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT). Sementara, pemerintah daerah belum membuat perusahaan, sehingga PT. DMB harus segera dibentuk di tengah keterbatasan waktu divestasi saham Newmont.
Dalam hal ini, kata gubernur, ada hal-hal khusus yang harus dilihat secara keseluruhan. Sekarang sudah selesai 24 persen saham yang kita miliki. ‘’Mudah-mudahan 7 persen yang terakhir bisa kita miliki juga,’’ harapnya.
Dari ilustrasi soal pembentukan PT. DMB, ungkapnya, memberikan sinyal kepada semua pihak agar harus bergerak cepat. Dalam arti, pemerintah daerah tidak boleh membuang peluang yang datang, apalagi peluang tidak datang dua kali. Menurutnya, jika saham tidak segera diambil, maka pemerintah daerah akan menyesal seumur hidup.
Begitu juga, jajaran Direksi PT. GNE harus mampu mengangkat peluang yang ada. Apalagi, NTB memiliki potensi yang cukup besar dan tinggal dikembangkan dengan baik. Paling tidak, katanya, jajaran pengurus GNE yang dilantik harus mampu memanfaatkan potensi yang ada dengan mengambil peluang yang ada, sehingga mampu memberikan manfaat bagi pengembangan perusahaan.
Pada kesempatan tersebut pengurus lama, Drs. H. Lalu Mudjitahid menyerahkan posisinya sebagai Direktur Utama pada Zainul Aidi, SP. Selanjutnya, Drs. H. L. Mudjitahid dipercaya sebagai Komisaris Utama bersama Drs. H. Syahdan Ilyas yang menggantikan Ir. H. Abdarab M. Saleh.
Di jajaran direksi, mantan anggota KPU NTB ini, didampingi Hadi Sakti sebagai Direktur Operasional dan Hirsan Takdir sebagai Direktur Umum dan Keuangan. (ham)