Hj. Rabiatul Adawiyah Zainul Majdi (Suara NTB/ham)
TINGGINYA angka perceraian di daerah ini mendapat perhatian khusus dari organisasi wanita di NTB, seperti Tim Penggerak PKK, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) NTB. Apalagi perceraian disebabkan pasangan bersangkutan tidak memiliki buku nikah, sehingga perceraian gampang terjadi.
Atas dasar itulah, menurut Ketua TP PKK NTB Hj. Rabiatul Adawiyah Zainul Majdi, SE, pihaknya melakukan isbath nikah bagi 100 pasangan suami istri yang ada di Kota Mataram. Nantinya, setelah pasangan yang sudah memiliki buku nikah akan berpikir beberapa kali untuk cerai. Selama ini, ungkapnya, angka perceraian di NTB cukup tinggi, karena banyak pasangan yang tidak memiliki buku nikah.
Di sisi lain, katanya, banyak pasangan suami istri yang tidak memiliki buku nikah. Padahal, lanjutnya, fungsi buku nikah bagi pasangan suami istri, termasuk bagi masa depan anak-anaknya cukup besar.
Dia mencontohkan, ketika terjadi perceraian akan menimbulkan masalah, khususnya pada masalah pembagian harta gono gini. Begitu juga, pada pembuatan akte kelahiran anak-anaknya menjadi terkendala, sehingga keberadaan buku nikah sangat penting bagi setiap pasangan suami istri.
Acara isbath nikah tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Kartini tahun 2010. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 pasangan dari Kecamatan Ampenan dan Cakranegara. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur NTB Ir. H. Badrul Munir, MM, dan beberapa pejabat lingkup Pemprov NTB. (ham)