Bachruddin (Suara NTB/dok)
FENOMENA kekeringan tiga tahunan ini ternyata telah mengakibatkan dampak sosial ekonomi masyarakat NTB. Disadari, ketidakmampuan memproduksi pangan memaksa pemerintah mengeluarkan stok pangan yang telah tersedia untuk disalurkan. Jajaran Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB, sedikitnya telah menyalurkan 50 ton beras ke daerah-daerah.
Demikian dijelaskan, Kepada Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisosdukcapil) NTB, Drs. Bachruddin, MPd kepada Suara NTB di Mataram. Menurutnya, stok pangan untuk bantuan sosial NTB sebanyak 159 ton. Sebagian sudah disalurkan, tersisa 109 ton. “Jika dibutuhkan lagi, kita siap menyalurkan,” ucapnya.
Bantuan sebanyak 50 ton itu diberikan secara merata di 10 kabupaten/kota, masing-masing 5 ton. “Dropingnya sudah dimulai sejak Maret lalu,” kata Bachrudin. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengingatkan untuk mengantisipasi masalah kekeringan tersebut.
Bantuan yang diberikan kepada masyarkat itu berdasarkan laporan dari kabupaten/kota. Karena memang disadari, imbas kekeringan ini telah membuat masyarakat harus dibantu. Disosdukcapil langsung memberikan bantuan, guna mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada masyarakat. “Selamatkan orang jangan sampai tidak masak. Itukan tugasnya Disos, cegah jangan sampai ada busung lapar,” tegasnya.
Selain beras, juga disalurkan bantuan lain. Seperti minyak goreng, kecap dan beberapa jenis sembako lainnya. ‘’Kita sudah drop,’’ imbuhnya. Kalau dirasa kurang, kabupaten/kota diminta dapat mengirimkan daftar kebutuhannya kembali sehingga bisa disalurkan tepat sasaran. (rus)