TGH.M.Zainul Majdi (Suara NTB/ris)
KOTA Bima, dalam kaca mata Gubernur NTB, TGH.M.Zainul Majdi, MA memiliki prospek bisa lebih maju dengan segala potensi alam dan Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi ikon yang dikembangkan, Kota Bima sebagai pusat perdagangan dan jasa melalui potensi uggulan. Pengembangan itu semakin berpeluang, karena Kota Bima bercita-cita sebagai daerah agropolitan.
Gubernur menilai, program tersebut sejalan dengan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Bima. Kota Bima yang masuk dalam lingkup kinerja Kapet, sebagai salah satu daerah prioritas. Tahun 2011, ditargetkan landasan pacu Bandara Sultan Salahuddin Bima diperlebar, serta rencana pengerukan Pelabuhan Bima. “Ini tentunya butuh kerjasama lintas daerah, termasuk Kota Bima dan Kabupaten Bima serta Pemprov NTB melalui sharing dana,” jelasnya ketika melantik H. Qurais H. Abidin sebagai Wali Kota Bima, Rabu (28/4) kemarin.
Gubernur melihat ada peluang besar yang bias mengantar Kota Bima sebagai daerah maju, namun tidak sedikit tantangannya. Kondisi ini kata gubernur, tergantung kesiapan wali kota sebagai pemimpin. Terutama untuk menciptakan good government dan clean government harus ada ketegasan, utamanya dalam masalah korupsi. “Wali Kota harus berani mendukung penegakan hukum,’’ tegasnya.
Pesan lain disampaikan gubernur, agar wali kota melibatkan seluruh komponen dalam pembangunan, sehingga cita-cita Kota Bima bisa lebih jaya dan maju atas ridha Allah SWT. (ris)
|