Hj. Hartina (Suara NTB/dok)
DINAS Kehutanan (Dishut) tidak mampu mengatasi puluhan ribu hektar lahan kering di NTB sendirian. Dishut butuh partisipasi dari masyarakat maupun perusahaan swasta dalam mengatasi lahan-lahan kering yang ada di daerah ini. Bahkan, pada tahun 2010 ini, Dishut NTB berusaha mengatasi 50 ribu hektar lahan kering tersebut dengan menanam berbagai jenis pohon.
Demikian disampaikan Kepala Dishut NTB Ir. Hj. Hartina, MM, menjawab Suara NTB mengenai target Indikator Kinerja Utama Dishut NTB di DPRD NTB, Rabu (28/4) kemarin.
Diakuinya, dalam mengatasi 50 ribu hektar lahan kering di NTB ini, dana di APBD/APBN tidak cukup. Dana APBD, katanya, hanya mampu menanam di atas areal sekitar 4.000 lahan kering. Untuk itu, pihaknya mengharapkan keterlibatan masyarakat, seperti perusahaan yang bergerak di Hutan Tanaman Industri (HTI) atau lainnya. Di mana, pihak HTI diharapkan akan mampu menanam di lahan seluas 25 ribu hektar, termasuk dukungan dari PT. Newmont Nusa Tenggara dalam membantu menanami lahan yang kering di NTB.
Khusus untuk HTI, katanya, baru dua HTI yang sudah mendapat izin dari Kementerian Kehutanan, sementara tiga lainnya masih dalam proses. Harapannya, tiga HTI yang masih dalam proses perizinan tersebut bisa keluar izinnya dalam waktu dekat. Nantinya, HTI tersebut akan dibagi berdasar wilayah, ada HTI Bima, HTI Bima Dompu 2, HTI Dompu Sumbawa dan HTI Pulau Lombok. (ham)
|