suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
BRI Belum Pastikan Realisasi Kredit Sapi Impor
 
updated: Sabtu 24/04/10

Mataram (Suara NTB)
Pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Mataram, H. Syafri Rozi belum berani memastikan kapan realisasi kredit sapi impor yang diusulkan PT. Gerbang NTB Emas (GNE). Terkait hal itu pula, Syafri bahkan enggan berkomentar banyak.

Dikonfirmasi Suara NTB di Hotel Lombok Raya, Jumat (23/4) kemarin, Sayfri seolah memberi sinyalemen bahwa kepastian realisasi kredit sapi impor masih belum ada kepastian. “Saya ke Jakarta (menghadap ke BRI pusat, red), untuk membicarakan kredit pembibitan (sapi) bukan untuk itu (kredit sapi impor, red),” kata Syafri.

Syafri yang ditanya apakah kendala kelompok peternak berada pada agunan, juga enggan memberikan jawaban. Namun di sisi lain, dirinya juga seolah kaget dengan informasi bahwa GNE memberikan deadline dan kepastian kredit dimaksud.

“Bank mana katanya? Itu haknya calon debitur, dia bebas kok untuk mengajukan kredit (sapi impor) ke bank mana saja, tidak mesti ke satu bank saja,” ujarnya menanggapi informasi yang disampaikan media ini.

Sebelumnya kepastian realisasi kredit sapi impor itu terus ditunggu oleh GNE. Manager Agro, PT. GNE, Mahmud Razak, tidak menampik pihaknya mendesak BRI Cabang Mataram agar memberi kejelasan apakah para petani akan memperoleh kredit atau tidak. Jika memang ada persoalan dalam proses verifikasi, ia meminta agar bank juga bersedia berkomunikasi dengan GNE.

Mahmud mengaku, pihaknya masih bergantung dengan BRI. Pasalnya dengan manajemen banknya, GNE sudah sangat jauh berkomunikasi dan berjalan lancar. Namun demikian, pihaknya tidak ingin ‘digantung’ begitu saja dengan tidak ada kepastian. Bagaimanapun impor sapi ini sangat berpengaruh dalam mendukung program NTB Bumi Sejuta Sapi (BSS)

“Kalau BRI tidak bisa mencairkan, tolong supaya ada kejelasan. Karena kasihan juga para petani sudah menunggu berbulan-bulan. Selain itu, kita juga sudah mendapat tawaran dari bank lain, karena di bank itu ada juga kredit serupa (dimaksud kredit ketahanan pangan dan energi-KKPE, red),” tandasnya.

Mahmud tidak mau menyebutkan bank dimaksud, namun demikian sinyalemen bahwa bank tersebut mendukung program Pemda ini begitu kuat. Pimpinan bank bersangkutan bahkan turut mempertanyakan sejauh mana proses kepengurusan kredit ini.

Bagi GNE, kelanjutan pembiayaan kredit ini sangat berdampak bagi suksesnya program unggulan Pemda, yakni BSS. Sebab keberadaan sapi impor ini dihajatkan untuk substitusi kebutuhan daging, sehingga pemotongan induk produktif bisa dihindari. (joe)

@Copyright Suara NTB