H. Abdul Malik (Suara NTB/dok)
RENCANA Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) dengan RPJMD sudah dirancang sinergis. Namun pada tarap aplikasi rencana tersebut, dinilai masih belum berjalan secara sinergis.
Demikian penilaian Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Abdul Malik, MM. Hal itu disampaikan Malik ketika membuka kegiatan sosialiasi RPJMN 2010-2014 di Mataram, Jumat (23/4) kemarin.
Sekda menyatakan, antara program pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sejauh ini di tingkat aplikasinya belum terlihat sejalan. Hal itu menurutnya tidak lepas dari adanya kepentingan politis. Lebih-lebih otonomi daerah (Otda) saat ini lebih mengarah pada desentralisasi.
Dilihat Malik, hal itu juga tidak lepas dari keberadaan lembaga legislatif yang beragam. Dimana mereka hadir dari partai politik yang berbeda yang juga melahirkan keputusan politik yang beragam.
Sekda juga mengharapkan, bantuan yang lebih untuk NTB. Pasalnya, NTB saat ini dilihat dari angka kemiskinannya masih cukup besar. Diketahui, angka kemiskinan NTB 23 persen dari 4,3 juta jiwa penduduknya.
Sebagai bagian dari kawasan timur Indonesia, Sekda mengharapkan ada program strategis yang dikhususkan bagi wilayah timur. Kemiskinan NTB, khususnya yang jauh diatas rata-rata nasional perlu perhatian serius.
Disamping persoalan kemiskinan, kawasan timur Indonesia ini sebut Malik termasuk NTB merupakan kawasan kepulauan. Masalah besarnya saat ini, sarana transportasi antarpulau tersebut. Pelabuhan penyeberangan masih terbatas. “Media tranportasi antarpulau ini perlu diperjuangkan,” harapnya. (rus)