suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Luas Gagal Tanam di NTB Capai 78 Ribu Hektar
 
updated: Jumat 23/04/10

Mataram (Suara NTB) -
Dari tahun ke tahun, luas areal lahan pertanian di NTB yang mengalami gagal tanam terus meningkat. Menurut Sekda NTB Drs. H. Abdul Malik, MM, pada musim tanam tahun 2010 ini, luas areal pertanian yang mengalami gagal tanam seluas 78 ribu hektar lebih. Gagal tanam ini tersebar di hampir seluruh wilayah di NTB.

‘’Kekeringan yang terjadi memberikan dampak pada gagal tanam dan gagal panen, baik di lahan sawah yang ditanami padi atau palawija, seperti jagung dan kedelai,’’ ungkapnya kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis (22/4) kemarin.

Diakuinya, luas gagal panen dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Menurutnya, tahun 2004, luas areal pertanian yang terkena kekeringan mencapai 45 ribu hektar, tahun 2007 meningkat menjadi 70 ribu hektar lebih. Begitu juga di tahun 2010 ini, luas kekeringan lebih dari 78 ribu hektar.

Untuk itu, lanjutnya, perlu dicarikan langkah atau solusi bagi petani yang mengalami gagal panen atau gagal tanam, baik jangka pendek atau menengah. Meski demikian, tegasnya, pihaknya tidak hanya menerima data mengenai terjadinya kekeringan di sebuah daerah, tapi ingin bagaimana data mengenai berapa dan lokasi kepala keluarga yang mengalami gagal panen atau gagal tanam.

Menurutnya, semua data di lapangan harus jelas, sehingga langkah yang diambil pemerintah dalam mengatasi dampak kekeringan ini seperti diharapkan.

Untuk jangka pendek, katanya, bagi daerah yang kering dan tidak bisa digunakan bercocok tanam, pemerintah akan mengganti bibit petani pada musim yang akan datang. Tindakan sementara yang akan diambil, lanjutnya Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil bisa memberikan bantuan sosial. Termasuk kesiapan Bulog menggelar Operasi Pasar bagi petani yang mengalami masalah.

Sementara, untuk jangka panjang, perlu dibangun saluran air atau sumur bor bagi petani. Di sini, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertambangan dan Energi bisa ambil bagian. ‘’Yang jelas, dalam menghadapi dampak dari kekeringan, kita akan berusaha seoptimal, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ demikian Sekda NTB. (ham)

@Copyright Suara NTB