H. Ali Achmad (Suara NTB/dok)
PERSOALAN yang menyertai pembahasan Raperda PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) rupanya terlalu pelik sehingga pihak Departemen Dalam Negeri
(Depdagri) pun harus turun tangan langsung untuk mendampingi proses
pembahasan raperda tersebut. Pansus pun merasa sudah menemukan titik
terang dalam menyikapi polemik seputar pendirian dan pembentukan DMB.
Ketua Pansus DMB, Drs. H. Ali Achmad, SH, yang dikonfirmasi Suara NTB,
sesaat setelah memimpin konsultasi dengan Depdagri di Jakarta, Kamis
(22/4) kemarin menjelaskan bahwa semua persoalan yang melingkupi pembentukan
PT. DMB sudah mulai menunjukan kejelasan. Hasil konsultasi
memperlihatkan bahwa pansus sudah bisa menyediakan solusi bagi
persoalan tersebut.
“Sudah jelas semua masalahnya, ada solusi dari semua permasalahan.
Nanti pansus akan rapat-rapat untuk mengelola hasil konsultasi dari
Depdagri dan semua pihak,” ujar Ali.
Menurut Ali, solusi untuk persoalan DMB tampaknya akan mengarah pada
dibuatnya perda penyertaan modal. Hal ini tampaknya dilandasi oleh
pemikiran bahwa porsi saham sebesar 40 persen yang dimiliki oleh
Pemprov NTB di DMB bukanlah saham pengendali. Saham sebesar 40 persen
juga dimiliki oleh Pemkab Sumbawa Barat. Karena tidak menjadi pemegang
saham pengendali, maka Pemprov NTB tidak berhak untuk membentuk DMB.
Pemprov NTB memang hanya membutuhkan perda penyertaan modal yang akan
melegitimasi adanya dana investasi Pemprov NTB di perusahaan
kontroversial tersebut.
Menurut Ali, solusi yang dicuatkan dalam konsultasi di Depdagri itu
bisa meluruskan dan menjelaskan semua permasalahan yang ada. Selain
itu, ujarnya, pihak Depdagri juga akan datang ke Mataram dalam waktu
yang tidak lama untuk mendalami persoalan. “Karena beliau (Depdagri)
akan melakukan evaluasi raperda ini,” ujarnya.
Ali menerangkan, pertemuan dengan Depdagri berlangsung selama 3 jam.
Di Depdagri, para anggota Pansus DMB diterima oleh Deputi Direktur
Administrasi dan Investasi Daerah. Dalam pertemuan itu, berbagai
pertanyaan muncul dan mendapatkan jawaban yang cukup tajam dan
mendetail. “Kita juga melakukan analisis dari berbagai sisi. Dan
mengkaji berbagai kemungkinan-kemungkinan nanti,” tandasnya. (aan)