suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Depdagri Turun Tangan
 
updated: Jumat 23/04/10

H. Ali Achmad (Suara NTB/dok)



PERSOALAN yang menyertai pembahasan Raperda PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) rupanya terlalu pelik sehingga pihak Departemen Dalam Negeri (Depdagri) pun harus turun tangan langsung untuk mendampingi proses pembahasan raperda tersebut. Pansus pun merasa sudah menemukan titik terang dalam menyikapi polemik seputar pendirian dan pembentukan DMB.

Ketua Pansus DMB, Drs. H. Ali Achmad, SH, yang dikonfirmasi Suara NTB, sesaat setelah memimpin konsultasi dengan Depdagri di Jakarta, Kamis (22/4) kemarin menjelaskan bahwa semua persoalan yang melingkupi pembentukan PT. DMB sudah mulai menunjukan kejelasan. Hasil konsultasi memperlihatkan bahwa pansus sudah bisa menyediakan solusi bagi persoalan tersebut.

“Sudah jelas semua masalahnya, ada solusi dari semua permasalahan. Nanti pansus akan rapat-rapat untuk mengelola hasil konsultasi dari Depdagri dan semua pihak,” ujar Ali.

Menurut Ali, solusi untuk persoalan DMB tampaknya akan mengarah pada dibuatnya perda penyertaan modal. Hal ini tampaknya dilandasi oleh pemikiran bahwa porsi saham sebesar 40 persen yang dimiliki oleh Pemprov NTB di DMB bukanlah saham pengendali. Saham sebesar 40 persen juga dimiliki oleh Pemkab Sumbawa Barat. Karena tidak menjadi pemegang saham pengendali, maka Pemprov NTB tidak berhak untuk membentuk DMB. Pemprov NTB memang hanya membutuhkan perda penyertaan modal yang akan melegitimasi adanya dana investasi Pemprov NTB di perusahaan kontroversial tersebut.

Menurut Ali, solusi yang dicuatkan dalam konsultasi di Depdagri itu bisa meluruskan dan menjelaskan semua permasalahan yang ada. Selain itu, ujarnya, pihak Depdagri juga akan datang ke Mataram dalam waktu yang tidak lama untuk mendalami persoalan. “Karena beliau (Depdagri) akan melakukan evaluasi raperda ini,” ujarnya.

Ali menerangkan, pertemuan dengan Depdagri berlangsung selama 3 jam. Di Depdagri, para anggota Pansus DMB diterima oleh Deputi Direktur Administrasi dan Investasi Daerah. Dalam pertemuan itu, berbagai pertanyaan muncul dan mendapatkan jawaban yang cukup tajam dan mendetail. “Kita juga melakukan analisis dari berbagai sisi. Dan mengkaji berbagai kemungkinan-kemungkinan nanti,” tandasnya. (aan)

©Copyright Suara NTB