Hj. Nanik Zaini Arony
( Suara NTB/smd )
PERINGATAN Hari Kartini yang ke 131 Rabu (21/4) kemarin menjadi momentum kebangkitan masyarakat khususnya perempuan Lombok Barat (Lobar). Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lobar Hj. Nanik Zaini Arony mengatakan, hendaknya sosok Kartini dijadikan panutan untuk lebih terbuka dalam segala hal, karena selama ini wanita Lobar terkesan tertutup alias kurang terbuka dalam menghadapi sesuatu.
Ditemui di Kantor Bupati Lobar istri Bupati Lobar DR. H. Zaini Arony MPd tersebut mengatakan, kurang terbukanya kaum perempuan di Lobar dalam artian bahwa kaum perempuan masih merasa di belakang kaum pria. Padahal, lanjutnya peran serta wanita sangat besar baik dalam rumah tangga atau keluarga maupun pemerintahan. ‘’Maju tidaknya suatu daerah atau skala kecil keluarga tergantung bagaimana keikutsertaan wanita,’’ ujarnya.
Dikatakan Nanik, saat ini PKK di bawah kepemimpinannya bersama organisasi wanita lainnya di Lobar semacam GOW dan Dharma Wanita Lobar sedang membuat terobosan dengan tujuan membangkitkan wanita Lobar dari segala hal. Baik yang bersifat peningkatan pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya serta yang lainnya. “Termasuk juga didalamnya peningkatan kepercayaan diri,” katanya.
Lebih jauh dikatakan wanita tangguh ini, ke depan melalui momentum Hari Kartini tersebut diharapkan kualitas perempuan Lobar harus menglami peningkatan. “Kami berharap agar para kaum wanita turut andil dalam pembangunan di Lobar dalam mewujudkan Lobar yang maju, mandiri, dan bermartabat,” harapnya.
Ditambahkan Hj. Nanik Zaini Arony, berdasarkan pengalamannya yang sering turun ke lapangan mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat dusun, saat ini para wanita di Lobar membutuhkan sentuhan agar bisa membangkitkan minat dan upaya memajukan diri sendiri. “Jika diri sendiri sudah maju, maka sudah pasti daerah juga akan merasakan imbasnya,” pungkasnya. (smd)
|