suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
HALAMAN 8
 
updated: Rabu 21/04/10
  • Api Porprov akan Diambil dari Gunung Sangiang
    Mataram (Suara NTB)

    Panitia Penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB ke VIII rencannnya akan mengambil api obor atau api kirab Porprov VIII di Gunung Sangiang di Kabupaten Bima. Api di Gunung Sangiang dinilai cocok untuk api kirab Porprov VIII NTB karena letaknya di wilayah timur NTB, sehingga pihak panitia bisa mengarak ke seluruh kabupaten/kota di NTB. Selanjutnya

  • Hasil ‘’Jatim Open’’
    Tim Atletik NTB Gondol  Dua Emas
    Mataram (Suara NTB)

    Tim atletik NTB yang diperkuat sembilan atlet putra berhasil menggondol tujuh medali (dua emas, tiga perak dan dua perunggu)  pada Kejuaran Atletik ‘’Jatim Open’’ di Surabaya yang berakhir Minggu (18/4) lalu. Dua medali emas NTB tersebut disumbang oleh  Andrian di nomor 400 gawang putra  dan tim estafet 4x400 meter putra.  Selanjutnya

  • Kejurnas PPLP Volly Putri, Kemungkinan Digelar Usai Lebaran
    Mataram (Suara NTB)
    Kejurnas PPLP bola voly yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Juni, setelah sebelumnya diundur dari waktu pelaksanaan yang seharusnya pada bulan Mei besok, kini terpaksa harus diundur kembali pelaksanaannya. Pasalnya, pelaksanaan kejurnas voly ini akan dilakukan seusai hari raya Idul Fitri. Selanjutnya

  • Porprov VIII
    Belum Semua Kontingen Serahkan Daftar Nama Atlet
    Mataram (Suara NTB)

    Pihak Panitia Porprov VIII maupun KONI NTB  mengkhawatirkan munculnya persoalan di lapangan dengan keterlambatan masing-masing kontingen kabupaten/kota menyerahkan daftar nama-nama atlet (entry by name). Untuk itu panitia penyelenggara memberikan batas waktu menyerahkan formulir daftar nama-nama atlet hingga akhir April ini. Selanjutnya

  • Konser Musik Amal
    Gerakan Global Atasi Krisis Air

    BAGI manusia, air adalah sumber kehidupan. Sayang, sangat sedikit yang memahami bahwa air adalah sumber daya alam terbatas bahkan belakangan sangat rentan keberadaannya. Sebagian besar masyarakat masih mengeksploitasi sumber daya air dengan mengabaikan kaidah-kaidah keberlanjutan (sustainability). Hal ini berakibat datangnya berbagai musibah yang kerap terjadi seperti banjir, longsor dan kekeringan yang frekuensinya makin meningkat, sehingga menelan banyak korban harta benda dan nyawa sia-sia. Selanjutnya

©Copyright Suara NTB