suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Komnas Perempuan Temui Pemkot
Diduga Ada Permainan Sertifikasi Guru
 
updated: Sabtu 17/04/10

Mataram (Suara NTB) -
Sertifikasi guru lingkup Kota Mataram diduga ada permainan dari oknum tertentu di Dinas Dikpora Kota Mataram. Dugaan itu mencuat dalam hearing Komnas Perempuan dan LBH Apik NTB dengan Pemkot Mataram yang diwakili oleh Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., di ruang Kenari kantor Wali Kota Mataram, Jumat (16/4) kemarin.

Seorang guru yang datang bersama rombongan Komnas Perempuan dan LBH Apik NTB, Siti Fatimah dalam kesempatan itu blak-blakan mengungkapkan adanya dugaan permainan oknum tertentu di Dinas Dikpora Kota Mataram terkait sertifikasi guru. Menurut dia, yang mereka yang memiliki kedekatan dengan oknum di Dikpora Kota Mataram yang cepat diakomodir untuk sertifikasi.

Sementara guru seperti dirinya yang tidak banyak mengenal secara dekat pihak-pihak berpengaruh di Dinas Dikpora Kota Mataram, terkesan dikesampingkan. ''Saya merasa ada diskriminasi di sini,'' cetusnya. Padalah secara syarat, ia sudah layak untuk mengikuti sertifikasi.berulang kali guru SDN 6 Ampenan ini mempertanyakan hal itu kepada pihak Dinas Dikpora Kota Mataram, namun tetap saja mendapat jawaban yang sama, bahwa masih banyak guru yang seusia dengannya belum berkesempatan untuk sertifikasi.

Kepada Sekda Kota Mataram, Siti Fatimah menyebutkan kalau dirinya sudah mengabdi selama 26 tahun. ''Sekarang umur saya sudah 51 tahun, sudah sarjana,'' terangnya sembari mengatakan kalau ia guru-guru lainnya yang bernasib sama meminta keadilan kepada Pemkot Mataram. Jika aspirasinya yang mewakili sejumlah guru yang bernasib sama dengannya tidak mendapat tanggapan, ia bertekad untuk menghadap langsung kepada wali kota atau Gubernur.

Menanggapi aspirasi para guru yang turut serta dalam rombongan Komnas Perempuan dan LBH Apik NTB, Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., mengaku, Kamis (15/4) lalu, dirinya baru saja menerima berkas sertifikasi guru yang diajukan oleh Plt Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram, Drs. Ruslan Efendi. Akan tetapi sampai saat ini pengajuan dimaksud belum ditandatanganinya.

''Sudah kita (Pemkot Mataram, red) tekankan untuk sertifikasi syaratnya harus minimal S1 serta harus pula mempertimbangkan usia,'' terangnya. Makmur Said meminta Siti Fatimah menghadap lagi ke Plt Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram. ''Ibu silahkan menghadap lagi. Ingatkan mereka kalau usia ibu sudah sekian. Bilang ibu sudah menghadap saya,'' pungkasnya. (fit)

@Copyright Suara NTB