RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
HALAMAN 2
   
 

 

 

 

updated: Senin 12/04/10
  • Mazda Generasi Ketiga Hadir di Lombok
    Mataram (Suara NTB)
    Pihak Mazda  Bali dan Lombok  menggelar acara ramah tamah dan test drive mobil sedan Mazda dua di Lesehan Dini Grimax Mataram, Minggu (11/4) kemarin.  Launching yang dimulai pukul 10.30 hingga pukul 12.00 WITA tersebut sekaligus memperkenalkan deler Mazda Lombok yang berkantor di Jalan Pejanggik 111-113 Cakranegara Mataram. Selanjutnya

  • Rawan Gempa, NTB Butuh Sirine Tsunami
    Mataram (Suara NTB)

    Kepala Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (SMKG) Selaparang Mataram, AA. Gde Trikumara S., tidak menampik bahwa NTB berada pada geografis yang rawan gempa. Hal ini karena NTB berada pada posisi daerah aktif (gempa), menyusul adanya pertemuan dua lempeng tektonik Endo Australia dan Euro Asia. Selanjutnya

  • Komisi II Usulkan UN Susulan untuk SMA 8 Mataram
    Mataram (Suara NTB) –

    Komisi II DPRD Kota Mataram mengusulkan dilakukan UN (Ujian Nasional) susulan bagi 20 siswa SMA 8. Usulan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, H. Wildan, SH., kepada Plt. Kepala Dinas Dikpora (Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Kota Mataram, Drs. Ruslan Efendi, M.Pd., dalam rakor di ruang komisi II DPRD Kota Mataram, Sabtu (10/4). Selanjutnya

  • PMI Devisit 200 Kantong Darah Setiap Bulan
    Mataram (Suara NTB)-

    Tingginya permintaan darah untuk keperluan transfusi pasien, membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Barat (Lobar) kelabakan. Apalagi dalam tiga bulan terakhir ini, ada kecenderungan permintan darah meningkat hingga 50 persen dari biasanya. Terbatasnya stok, mengakibatkan PMI kekurangan hingga 200 kantong darah setiap bulan. Selanjutnya

  • Laporan Hasil UN SMA/MA ke BSNP
    Ratusan Sekolah Terindikasi Curang
    Mataram (Suara NTB)-

    Hasil pelaksanan Ujian Nasional (UN) SMA/MA di NTB sangat mengejutkan. Ditemukan banyak sekolah yang melakukan indikasi kecurangan. Temuan awal Universitas Mataram (Unram) yang melakukan pemindaian Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN), hanya beberapa sekolah saja. Namun hasil akhir, ratusan sekolah diindikasikan melakukan kecurangan. Selanjutnya

©Copyright Suara NTB