|
|
| updated: Sabtu 10/04/10 |
-
Panwas Diminta Turun Tangan
Baliho Calon Dirusak, Dikhawatirkan Timbul Gesekan
Mataram (Suara NTB) –
Suhu politik jelang Pilkada (Pemilihan Umum Kepala Daerah) Kota Mataram, tampaknya mulai memanas. Sejumlah baliho pasangan calon wali kota/wakil wali kota sudah mulai tidak aman dari tangan-tangan usil. Ada yang dirobek, dilubangi, dan dibiarkan bergeletakan. Jika Panwas Pilkada, KPU dan pihak terkait lainnya tak segera turun tangan dikhawatirkan menimbulkan gesekan di tengah-tengah masyarakat. Selanjutnya
-
Tuntutan SMA 8 Belum Terjawab
Mataram (Suara NTB)-
Kepalas Sekolah SMAN 8 Mataram, Drs. Latif Nadjib mengutarakan akan terus mempertanyakan soal tuntutannya kepada panitia UN yang dirasa telah merugikan sekolahnya. Dimana, pada proses UN yang diikuti 22-26 Maret lalu, utamanya hari pertama pelaksanaan UN pihaknya paling banyak kesalahan UN. Namun hingga sekarang, tuntutan SMAN 8 itu belum terjawab. Selanjutnya
-
Pemakaian Mitan Meningkat
Hiswana Migas Sayangkan Tidak Ada Evaluasi Kuota
Mataram (suara NTB)-
Ketua Hiswana Migas NTB, Machsun Ridwainy menyayangkan tidak adanya evaluasi atas kebutuhan riil minyak tanah (mitan) tingkat rumah tangga. Hingga saat ini, kuota mitan yang disalurkan ke masyarakat (RT) NTB, merupakan alokasi yang mengacu kepada jumlah kepala keluarga (KK) yang dirilis BPS tahun 2006. Selanjutnya
-
Seni Religi Akan Digelar Usai Pilkada
Mataram (Suara NTB) –
Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram, kegiatan kesenian seperti seni religi akan lebih dicermati. Ini dilakukan untuk menghindari adanya permainan politik di dalam pementasan seni. Selanjutnya
-
Kopontren Belum Mampu Terapkan Pola Syariah
Mataram (Suara NTB) –
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, H. M. Nur Asikin Amin, mengakui secara umum Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) di NTB masih belum mampu menerapkan koperasi pola syariah. Kendalanya, SDM pengelola koperasi termasuk anggota koperasinya masih belum menguasai pola Islam ini. Selanjutnya
|
|