H Ali Achmad (Suara NTB/dok)
SUHU politik menjelang pelaksanaan Pilkada di tujuh kabupaten/kota di NTB semakin menghangat. Gesekan antarpendukung calon kepala daerah berpotensi terjadi jika tidak diantisipasi sejak dini. Arapat keamanan bersama dengan Bakespoldagri harus meminimalisir potensi konflik tersebut, agar pelaksanaan pilkada bisa berlangsung dengan kondusif.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD NTB Drs H Ali Achmad SH kepada Global FM Lombok, Kamis (8/4) kemarin. Ali mengatakan, semua pihak harus mampu menjaga ketertiban dan keamanan menjelang pilkada termasuk kepala daerah yang menjadi calon incumbent. Sebagai kepala daerah, dia harus bertanggung terhadap kelancaran pilkada serta tertibnya proses penyelanggaraan pesta demokrasi ini.
Ali Achmad secara langsung memantau persiapan pilkada di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Dengan banyaknya calon yang maju termasuk diantaranya calon incumbent, maka suasana persaingan dengan calon yang non incumbent cukup nampak. Calon incumbent menurut Ali, harus mentaati aturan agar tidak memobiliasi PNS dalam pilkada serta tidak menggunakan fasilitas negara saat melaksanaan kampanye. Sebab hal itu dapat memancing kecemburuan di kalangan calon non incumbent dan berpotensi menciptakan gesekan di masyarakat.
Komisi I kata Ali akan mengundang sejumlah pihak yang terlibat secara lansung dalam proses pilkada seperti KPU, Panwas, Polda serta Bakespoldagri beberapa minggu ke depan. Rapat koordinasi ini dimaksudkan untuk mendengar usul saran, masukan serta kendala yang dihadapi selama proses pilkada. Dengan pelaksanaan koordinasi ini diharapkan dalam pelaksanaan pilkada tidak ada muncul persoalan yang fatal apalagi sampai mencoreng nama daerah.
Ia mengibau agar seluruh kandidat peserta pilkada di tujuh kabupaten/kota agar menjaga keharmonisan antarsesama kandidat agar masyarakat pendukung juga tidak terlalu tegang dalam memilih pemimpinnya. Semua calon harus siap kalah siap menang demi menghindari munculnya benih konflik atas nama kepentingan politik sesaat.(ris/kmb)
|