H. Zaini Arony
(Suara NTB/dok)
KEKHAWATIRAN berbagai kalangan akan munculnya konflik budaya menyusul pembuatan film kolosal Misteri Gunung Rinjani (MGR) yang menceritakan kisah Putri Anjani, ditampik DR. H. Zaini Arony MPd, pemeran Raja Argapura dalam film kolosal itu.
Dikatakan Bupati Lombok Barat (Lobar) ini, film tersebut tidak mengangkat sejarah Lombok. ‘’Yang ada, di film MGR itu hanya kekayaan budaya Lombok, terutama Lombok Barat. Kita membuat film itu sebagai bentuk promosi,’’ jelasnya, Selasa (6/4) kemarin.
Dikatakan Zaini Arony bahwa dirinya hanya selaku pemain film bukannya mengeluarkan uang, pihak manajemen film yang membayarnya. ‘’Silahkan budayawan yang berbicara. Kalau ini dikatakan penistaan budaya, penistaan yang mana? Karena sesungguhnya, cerita ini hanya fiksi. Mari lihat ini sebagai suatu ajang promosi, keindahan yang menampilkan pesona objek wisata Lombok,’’ katanya.
Zaini mengakui, keterlibatannya dalam film MGR merupakan permintaan pihak manajemen film dan telah melalui proses casting sebelum diputuskan sebagai pemeran Raja Argapura. ‘’Saya sekali lagi diminta untuk bermain, karena sebelum diminta bermain saya sudah diwawancara terlebih dahulu. Sehingga dari segi kemampuan dan karakter, saya dianggap cocok memerankan Raja Argapura kemudian dibayar,’’ jelasnya.
Bupati juga menegaskan, jika untuk produksi film tersebut tidak ada satu sen pun uang pemda yang dikucurkan untuk mendanai pembuatan MGR. Namun disisi lain bantuan memang diberikan pemda dalam bentuk peralatan serta peminjaman tempat untuk lokasi syuting. Seperti salah satunya penggunaan bencingah yang berada dalam kompleks kantor Bupati Lobar. ‘’Bantuannya hanya dalam bentuk peralatan dan bukan uang,’’ pungkasnya. (smd)
|