RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
HALAMAN 2
   
 

 

 

 

updated: Rabu 07/04/10
  • Kejutan Pasangan AdA
    TAK banyak yang menduga, pasangan H. L. Koeshardi Anggrat (Adot), SH
    dan I Gusti Bagus Widiamurti Diwia (Agung) akan mendaftarkan diri di
    KPU Kota Mataran untuk tampil di Pilkada. Setelah mendaftar pun, masih
    banyak yang menyangsikan peluang pasangan AdA ini untuk ditetapkan
    sebagai calon. Maklum, pasangan beda generasi ini hanya didukung oleh
    koalisi parpol non parlemen. Selanjutnya

  • Penentuan Pansus Raperda DMB Tertutup
    Mataram (Suara NTB)-

    Rapat Pimpinan Fraksi dan Komisi di DPRD NTB, yang membahas komposisi
    keanggotaan Panitia Khusus Raperda PT. Daerah Maju Bersaing, Selasa
    kemarin, digelar secara tertutup. DPRD NTB juga berusaha menutup -
    nutupi penentuan keanggotaan pansus tergemuk sepanjang sejarah DPRD
    NTB ini. Para anggota yang masuk pansus pun mulai kasak – kusuk
    membidik posisi ketua pansus. Selanjutnya

  • GNE Buka Gudang Serap Komoditas Jagung
    Mataram (Suara NTB)

    Perusahaan daerah PT. Gerbang NTB Emas dalam minggu ini akan membuka dua gudang untuk menampung komoditas jagung yang akan dijual melalui pasar lelang elektronik, iPasar. Dua gudang tersebut masing-masing berlokasi di Lembar dan Pringgabaya, Lombok Timur. Selanjutnya
  • Evaluasi UN 2010
    Kota Mataram Yakin Tak Ada Penyimpangan
    Mataram (Suara NTB)-

    Plt Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kota Mataram, Ruslan Efendy, menyakini berdasarkan hasil evaluasi sementara pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat dan SMP sederajat telah dilaksanakan dengan jujur dan sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS). Selanjutnya

  • Lembaga Pendidikan Diminta Waspada terhadap Aksi Penipuan
    Mataram (Suara NTB)-

    Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) NTB, Drs. H.L. Syafi’i, MM., mengaku gerah dengan aksi penipuan yang dilakukan oknum yang mengaku-ngaku wartawan. Seperti yang diungkap media, terkait aksi penipuan yang dilakukan oknum wartawan. Menurut Syafi’i, guru dan sekolah-sekolah tempat yang jadi incaran penipu seperti wartawan gadungan. Selanjutnya

©Copyright Suara NTB