|
|
| updated: Selasa 06/04/10 |
-
Gaji Tenaga Honor Tergantung Daerah
Mataram (Suara NTB)
Masih efektifnya PP 48 tahun 2005 tentang penghentian penerimaan tenaga honor daerah memaksa pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten/kota tidak bisa menerima kembali tenaga honor atau tenaga harian lepas (THL). Bahkan, masalah penggajian yang dianggarkan dalam APBD bagi honor non PNS juga tidak dibenarkan, karena sudah ada PP 48 tahun 2005. Selanjutnya
-
Langka Pustakawan di NTB
KEPALA Badan Perpusatakaan Daerah (Baperpusda) dan Arsip NTB, Ir. Hj. Siti Ratnawati, MM., menerangkan jumlah pustakawan di NTB sangat langka. Mencari lulusan D3 perpusatakaan yang akan menjadi pustawakan masih cukup sulit. Selanjutnya
-
Bank NTB Tingkatkan “Outstanding” Jadi Rp 2 Triliun
Mataram (Suara NTB)
Manajemen Bank NTB mulai fokus untuk menggarap sektor produktif di tahun 2010 ini. Dari yang telah direncanakan, Bank NTB meningkatkan penganggaran ke sektor UMKM antara 60 – 80 persen. Jumlah anggaran outstanding yang tadinya berjumlah Rp 1,6 triliun bertambah menjadi Rp 2 triliun setelah adanya tambahan dana segar sebesar Rp 400 miliar. Selanjutnya
-
Pengadaan TVE di 1.170 Sekolah Diduga Disalahgunakan
Mataram (Suara NTB)
Proyek pengadaan Televisi Education (TVE) tahun 2007-2008 di 1.170 sekolah di NTB sebagian besar diduga disalahgunakan oleh oknum di sekolah. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan awal Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP). Selanjutnya
-
Hadapi SP 2010
Pemprov NTB Bentuk Desk Khusus
Mataram (Suara NTB)
Pemprov NTB menginginkan data dari hasil Sensus Penduduk (SP) 2010 seperti apa yang ada di lapangan. Apalagi dari data tersebut menjadi acuan pemerintah daerah dalam membangun dan mengambil kebijakan terhadap berbagai program pembangunan di masa mendatang. Selanjutnya
|
|