SEMENTARA itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng), dr. Nurhandini Eka Dewi, S.Pa., mengungkapkan, kasus dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan warga Desa Tanak Awu, Pujut sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Sehingga penanganannya tentunya akan lebih intensif dengan melibatkan semua pihak terkait. “Kasus ini sudah ditetapkan sebagai KLB,” sebutnya saat dikonfirmasi Suara NTB, via ponselnya, Jumat (2/4) kemarin.
Dikatakannya, sejak kejadian keracunan pertama kali muncul, pihaknya langsung menerjunkan tim penanganan yang dipecah lagi menjadi tiga tim. Satu tim ditugaskan untuk memberikan pertolongan pertama di Kantor Desa Tanak Awu. Sementara tim lainnya ditugaskan di Desa Sengkol dan Penujak.
“Kalau total korban yang mengalami keracunan sejak hari Kamis kemarin hingga Jumat pukul 13.00 WITA, tercatat mencapai sekitar 140 orang,” sebutnya. Tapi yang harus menjalani rawat inap hanya 37 orang. Ditangani di Puskesmas Penujak, Sengkol serta Tanak Awu. Korban yang menjalani rawat inap sebagian besar anak-anak serta orang tua. Sementara korban orang dewasa, hanya menjalani rawat jalan.
“Bagi korban rawat jalan sudah kita berikan obat dan langsung diizinkan untuk pulang,” tambah Eka. Dan, diperkirakan sudah tidak ada lagi korban tambahan. Pasalnya, tidak semua yang ikut hadir dalam acara pesta jadi korban. Banyak diantaranya justru kondisinya baik-baik saja sampai saat ini.
Disinggung penyebab keracunan, mantan Direktur RSUD Praya ini, menegaskan belum bisa memastikannya. Guna mencari penyebab keracunan, pihaknya sudah mengirim sampel makanan serta sampel air ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram. Di lokasi pesta di Dusun Tanak Awu I juga sudah disterilkan. Terhadap semua sumur milik warga juga sudah dilakukan kaporirasi. “Untuk mengetahui penyebab keracunan belum bisa dipastikan. Karena harus menunggu hasil penyelidikan.’’
‘’Secara pasti, hasilnya dari BPOM Mataram baru bias diketahui satu minggu lagi,” tandas dokter spesialis anak ini. Tapi yang jelas, penanganan sudah dilakukan secara maksimal. Sehigga tidak ada korban jiwa dalam kasus keracunan dengan jumlah korban terbanyak di Loteng ini. (kir)