RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
HALAMAN 2
   
 

 

 

 

updated: Sabtu 27/03/10
  • Panwas Diminta Kritis terhadap KPU
    Mataram (Suara NTB)

    KPU dan Panwas diakui anggota Devisi Teknis dan Penyelenggara KPU Kota Mataram Lalu Agus Afandi, ST, memiliki hubungan yang kurang harmonis. Namun ketidakharmonisan tersebut dinilai akan berbuah manis. Panwas justru menjadi lembaga pengawas yang nantinya semakin kritis terhadap kinerja KPU, dan ujung-ujungnya Pilkada Kota Mataram pun berjalan dengan baik dan menghasilkan out put yang baik juga . Selanjutnya

  • RSU Mataram Belum Terima Pasien Jamkesmas
    Mataram (Suara NTB)
    Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Mataram yang telah diresmikan 3 Maret lalu, belum dapat menerima pasien peserta Jamkesmas. Demikian diungkapkan Direktur RSU Kota Mataram, dr. L. Herman Maputra kepada wartawan di kantor Wali Kota Mataram, Jumat (26/3) kemarin. Selanjutnya

  • Komisi IV Kecam Pengirim SMS Jawaban UN
    Mataram (Suara NTB)

    Komisi IV DPRD NTB memberikan kecaman keras terhadap oknum yang
    melakukan pengiriman SMS berisi kunci jawaban dalam pelaksanaan Ujian
    Nasional (UN) di beberapa sekolah baru – baru ini. Pihak percetakan yang
    menangani pembuatan soal ujian nasional diminta untuk memperketat
    pengamanan agar tidak terjadi kebocoran soal ujian. Selanjutnya

  • Serap Beras 215.000 Ton
    Bulog NTB Belum Jawab Permintaan NTT
    Mataram (Suara NTB)

    Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre NTB pada tahun 2010 ini dibebankan penyerapan gabah (setara beras) sebanyak 215.000 ton. Kendati jumlah ini lebih besar dari penyerapan tahun lalu, namun permintaan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 80.000 ton belum bisa dijanjikan. Bulog NTB hanya memastikan akan memenuhi permintaan Bali sekitar 30.000 ton. Selanjutnya

  • Evaluasi Akhir UN
    Akan Ada Sekolah “Hitam” dan “Putih”
    Mataram (Suara NTB)

    Jumat (26/3) kemarin merupakan hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat. Pelaksanaan UN pun segera akan dievaluasi oleh Tim Pemantau Independen (TPI). Selain melakukan pemantauan terhadap semua tahapan proses pelaksanaan UN, TPI juga akan  melaporkan UN ke pemerintah pusat. Sesuai dengan tekad bersama yang dituangkan dalam prosedur operasional standar (POS), pelaksanaan UN yang jujur nantinya salah satu hasil evaluasi akhir sekolah akan ada cap sekolah ‘’hitam’’ dan sekolah ‘’putih’’. Selanjutnya

©Copyright Suara NTB