Giri Menang (Suara NTB)
Antusiasme masyarakat Lombok Barat (Lobar) mengikuti program pengobatan gratis yang digelar Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) bekerjasama dengan Kelompok Media Bali Post ( Suara NTB, Radio Global FM Lombok dan Koran Tokoh) tetap tinggi. Memasuki hari ke dua pengobatan gratis yang dipusatkan di Kantor Dinas Kesehatan Lobar Selasa (16/6) kemarin, jumlah pasien yang datang berobat mencapai 1.515 orang atau meningkat dari hari pertama yang hanya 721 orang.
Pantauan Suara NTB, warga dari berbagai usai sudah memadati halaman Kantor Dinas Kesehatan Lobar, sekitar pukul 06.30 wita. Mereka memilih datang lebih pagi dari jadwal pengobatan gratis yang dibuka pukul 09.00 wita, karena khawatir tidak bisa dilayani. Warga pun berdesak-desakan minta mendaftar hingga membuat petugas dari YKI dibantu petugas KMB sempat kelabakan melayani pendaftar yang semuanya minta lebih dulu dilayani.
Tempat duduk yang terbatas memaksa ribuan pasien yang sebagian besar berumur di atas 45 tahun, harus duduk lesehan. Dengan kesigapan petugas YKI di bawah komando Senior Project Manager YKI, Drs.Wayan Sukajaya , satu per satu pasien bisa dilayani hingga tuntas. Tercatat dari 1.515 pasien yang diperiksa, 78 orang diantaranya diketahui menderita katarak, kemudian 465 memperoleh layanan pengobatan dan 700 orang lainnya dibantu kaca mata gratis.
Bersamaan dengan pengobatan gratis hari ke dua kemarin, juga berlangsung operasi katarak terhadap 20 pasien yang mendaftar pada hari pertama. Dijadwalkan, operasi juga akan berlangsung, Rabu (17/6) hari ini.
Sementara itu, Inaq Mas’ah (65) seorang pasien dari Batu Anyar, Kecamatan Gerung usai mendapatkan pemeriksaan menyatakan rasa syukurnya dengan adanya pengobatan mata gratis ini. Betapa tidak, sejak dioperasi matanya sebelah kiri dua tahun lalu di Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram dengan biaya gratis, Inaq Mas’ah tidak pernah memeriksakan matanya kembali.
Sebab, untuk memeriksakan kembali matanya, Inaq Mas’ah tidak memiliki uang. ‘”Kalau pun dapat gratis di rumah sakit, tapi saya perlu biaya transportasi dari Gerung-Mataram,’’ katanya. Apalagi katanya, mata sebelah kirinya sejak beberapa bulan terakhir terasa nyeri dan perih. Inaq Mas’ah berharap matanya dapat normal kembali, sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.
Ucapan syukur juga dilontarkan Amaq Muhyin (60) asal Labuapi, Lobar. Muhyin mengatakan, tidak pernah memeriksakan matanya ke rumah sakit, karena tidak memiliki cukup uang. Padahal, kondisi kedua matanya sejak tiga tahun lalu mengalami gangguan. Beruntung ia memperoleh informasi dari selebaran yang diedarkan (petugas dari KMB) bahwa ada pengobatan gratis.
Silaturahmi dengan Wagub
Sementara Selasa malam kemarin, tim YKI dan KMB berkesempatan bersilaturahmi dengan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Ir.H.Badrul Munir, MM. Wagub yang didampingi Kepala Biro Umum Setda NTB, Ir.H.Iswandi dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Drs.H.Arsyad Gani. Pada kesempatan itu, Wagub menyambut gembira kegiatan soal yang dilaksanakan YKI dan KMB di Lombok.
Wagub berharap, ke depan kegiatan ini tidak terbatas hanya dilaksanakan di Lombok saja. ‘’Akan lengkap, bila kegiatan ini juga dilaksanakan di Pulau Sumbawa,’’ sarannya. Wagub mengatakan bahwa kegiatan sosial pengobatan mata gratis ini, sangat mendukung program yang sedang dilaksanakan Pemprov NTB di bawah kepemimpinannya bersama Gubernur TGH.M.Zainul Majdi, MA.‘’Kita juga memiliki program kesehatan gratis. Jadi kegiatan sosial ini mendukung program Pemprov NTB,’’ katanya.
Ke depan Wagub juga berharap kegiatan pengobatan gratis ini bisa dilanjutkan. Bahkan jika memungkinkan, pengobatan gratis yang dilayani tidak hanya katarak, tetapi juga operasi bibir sumbing dan gondok. (049)